Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, istilah “deep learning” memiliki dua makna: bisa merujuk pada pembelajaran bahasa Arab yang mendalam (sebagai konsep pendidikan) yang berfokus pada pemahaman yang bermakna dan holistik, atau merujuk pada penerapan teknologi pembelajaran mesin/kecerdasan buatan yang disebut “deep learning” untuk membantu proses pengajaran bahasa Arab.
1. Deep Learning sebagai Konsep Pendidikan Bahasa Arab
- Makna: Merujuk pada proses pembelajaran bahasa Arab yang melampaui hafalan, dengan penekanan pada pemahaman yang mendalam, bermakna, terintegrasi, dan menyenangkan.
- Elemen Kunci: Memasukkan unsur
meaningful learning(pembelajaran bermakna),mindful learning(pembelajaran sadar), danjoyful learning(pembelajaran yang menyenangkan) ke dalam setiap materi. - Tujuan: Menciptakan suasana belajar yang holistik dan terpadu, dengan melibatkan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara terpadu.
2. Deep Learning (AI) untuk Pembelajaran Bahasa Arab
- Makna: Penerapan teknologi kecerdasan buatan (
Artificial Intelligence) di mana komputer dilatih untuk memproses data bahasa Arab yang kompleks (teks, suara) untuk menghasilkan wawasan atau prediksi. - Fungsi dalam Pengajaran:
- Membantu Pengenalan dan Pemrosesan Bahasa: Komputer dapat “memahami” teks bahasa Arab, mengidentifikasi pola, dan membantu dalam analisisnya.
- Mendukung Keterampilan Bahasa: Teknologi seperti voice typing atau fitur perbaikan tata bahasa dapat membantu dalam keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis bahasa Arab.
- Contoh Penerapan:
- Voice Typing: Menggunakan fitur pengenalan suara untuk mengubah ucapan bahasa Arab menjadi teks di dokumen.
- Fitur Perbaikan Ejaan dan Tata Bahasa: Alat yang dapat mendeteksi dan menyarankan perbaikan pada tulisan bahasa Arab.

